Berlebihan Doping Rusak dan Lemahkan Jantung

Anabolic steroid atau yang biasa dikenal sebagai doping, seringkali dipakai oleh sejumah atlet untuk mendongkrak performa mereka. Tapi berlebihan mengonsumsi zat ini akan menyebabkan kerusakan dan lemah jantung.

Dalam sebuah studi terbaru, peneliti dari Amerika Serikat mengamati efek dari anabolic steroid terhadap kondisi jantung terkait dengan semakin banyaknya kasus gagal jantung belakangan ini.

Meski sudah lama diketahui steroid menimbulkan dampak buruk terhadap kesehatan, tapi temuan terbaru ini menunjukkan bahwa zat doping ini kemungkinan lebih berbahaya dari yang diperkirakan sebelumnya. Dalam kasus gagal jantung, jantung yang lemah tak mampu lagi memompa cukup darah ke seluruh tubuh.

Dalam studi itu memang tidak ditemukan kasus gagal jantung, tapi hanya tanda-tandanya saja. Namun, dalam beberapa kasus gagal jantung parah, kondisi ini menyebabkan timbunan darah di dalam paru yang membuat penderitanya sulit bernapas, dan hal ini bisa fatal.

“Apa yang membuat menakutkan adalah bahwa masalah besar ini tidak dapat terdeteksi hingga setelah 20 atau 30 tahun,” kata peneliti Dr. Harrison G. Pope dari Harvard University dalam paparanya di jurnal Circulation.

Pope, yang meneliti anabolic steroid selama lebih dari 20 tahun, mengatakan pemakaian obat terlarang ini mulai marak dilakukan di banyak gym di seluruh AS pada 1980-an, dan setelah itu semakin marak hingga saat ini. Hingga saat ini, sebanyak 2 juta warga AS menyalahi penggunaan obat ini.

“Kita mungkin hanya melihat awal dari sesuatu yang akan menjadi masalah kesehatan besar bagi masyarakat,” imbuh Pope.

Selain mempercepat perkembangan otot, anabolic steroid — yang berperan seperti testosteron, hormon seks laki-laki — juga mempengaruhi otak dengan cara yang sulit diprediksi. Pada sebagian orang, zat ini dapat memicu agresivitas, sementara pada orang lainnya dapat menyebabkan depresi.

Untuk penggunaan jangka panjang, steroid juga dapat membatasi produksi testosteron alami di dalam testis, yang akan membuat laki-laki lebih feminin.

sumber : http://www.go4healthylife.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s