Tuberkulosis

 

Tuberkulosis atau TB (singkatan yang sekarang ditinggalkan adalah TBC) adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh infeksi kompleks Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini adalah salah satu penyakit tertua yang diketahui menyerang manusia. Penyakit ini biasanya menyerang paru-paru (disebut sebagai TB Paru), walaupun pada sepertiga kasus, organ-organ lain ikut terlibat. Jika diterapi dengan benar tuberkulosis yang disebabkan oleh kompleks Mycobacterium tuberculosis, yang peka terhadap obat, praktis dapat disembuhkan. Tanpa terapi tuberkulosa akan mengakibatkan kematian dalam lima tahun pertama pada lebih dari setengah kasus.

Indonesia berada dalam peringkat ketiga terburuk di dunia untuk jumlah penderita TB. Setiap tahun muncul 500 ribu kasus baru dan lebih dari 140 ribu lainnya meninggal.

Tanggal 24 Maret diperingati dunia sebagai “Hari TBC” oleh sebab pada 24 Maret 1882 di Berlin, Jerman, Robert Koch mempresentasikan hasil studi mengenai penyebab tuberkulosis yang ditemukannya.

Etiologi

Penyebab penyakit ini adalah bakteri kompleks Mycobacterium tuberculosis. Mycobacteria termasuk dalam famili Mycobacteriaceae dan termasuk dalam ordo Actinomycetales. kompleks Mycobacterium tuberculosis meliputi M. tuberculosis, M. bovis, M. africanum, M. microti, dan M. canettii. Dari beberapa kompleks tersebut, M. tuberculosis merupakan jenis yang terpenting dan paling sering dijumpai.

M.tuberculosis berbentuk batang, berukuran panjang 5µ dan lebar 3µ, tidak membentuk spora, dan termasuk bakteri aerob. Mycobacteria dapat diberi pewarnaan seperti bakteri lainnya, misalnya dengan Pewarnaan Gram. Namun, sekali mycobacteria diberi warna oleh pewarnaan gram, maka warna tersebut tidak dapat dihilangkan dengan asam. Oleh karena itu, maka mycobacteria disebut sebagai Basil Tahan Asam atau BTA. Beberapa mikroorganisme lain yang juga memiliki sifat tahan asam, yaitu spesies Nocardia, Rhodococcus, Legionella micdadei, dan protozoa Isospora dan Cryptosporidium. Pada dinding sel mycobacteria, lemak berhubungan dengan arabinogalaktan dan peptidoglikan di bawahnya. Struktur ini menurunkan permeabilitas dinding sel, sehingga mengurangi efektivitas dari antibiotik. Lipoarabinomannan, suatu molekul lain dalam dinding sel mycobacteria, berperan dalam interaksi antara inang dan patogen, menjadikan M. tuberculosis dapat bertahan hidup di dalam makrofaga.

sumber : http//id.wikipedia.org

Katarak

 

Katarak adalah sejenis kerusakan mata yang menyebabkan lensa mata berselaput dan rabun. Lensa mata menjadi keruh dan cahaya tidak dapat menembusinya, bervariasi sesuai tingkatannya dari sedikit sampai keburaman total dan menghalangi jalan cahaya. dalam perkembangan katarak yang terkait dengan usia penderita dapat menyebabkan penguatan lensa, menyebabkan penderita menderita miopi, menguning secara bertahap dan keburaman lensa dapat mengurangi persepsi akan warna biru. Katarak biasanya berlangsung perlahan-lahan menyebabkan kehilangan penglihatan dan berpotensi membutakan jika tidak diobati. Kondisi ini biasanya mempengaruhi kedua mata, tapi hampir selalu satu mata dipengaruhi lebih awal dari yang lain.

Sebuah katarak senilis, yang terjadi pada usia lanjut, pertama kali akan terjadi keburaman dalam lensa, kemudian pembengkakan lensa dan penyusutan akhir dengan kehilangan transparasi seluruhnya. Selain itu, seiring waktu lapisan luar katarak akan mencair dan membentuk cairan putih susu, yang dapat menyebabkan peradangan berat jika pecah kapsul lensa dan terjadi kebocoran. bila tidak diobati, katarak dapat menyebabkan glaukoma.

Penyebaran

Katarak yang terjadi akibat usia lanjut bertanggung jawab atas 48% kebutaan yang terjadi di dunia, yang mewakili 18 juta jiwa, menurut WHO. kelayakan bedah katarak di beberapa negara belum memadahi sehingga katarak tetap menjadi penyebab utama kebutaan. Bahkan di mana ada layanan bedah yang tersedia, pengelihatan rendah yang terkait dengan katarak masih dapat dijumpai, sebagai hasil dari lamanya menunggu untuk operasi dan hambatan untuk dioperasi, seperti biaya, kurangnya informasi dan masalah transportasi.

Di Amerika Serikat, katarak yang terjadi akibat usia lanjut dilaporkan mencapai 42% dari orang-orang antara usia 52 sampai 64, 60% dari orang-orang antara usia 65 dan 74, dan 91% dari mereka antara usia 75 dan 85.

Gejala

Penderita katarak akan mengalami pengelihatan yang buram, ketajaman pengelihatan berkurang, sensitivitas kontras juga hilang, sehingga kontur, warna bayangan dan visi kurang jelas karena cahaya tersebar oleh katarak ke mata. Tes sensitivitas kontras harus dilakukan dan jika kekurangan sensitivitas kontras terlihat makan dianjurkan untuk konsultasi dengan spesialis mata.

Di dunia berkembang, khususnya di kelompok berisiko tinggi seperti penderita diabetes, disarankan untuk mencari konsultasi medis jika ‘halo’ yang terjadi disekitar lampu jalan di malam hari, terutama jika fenomena ini tampak hanya dengan satu mata.

Gejala-gejala katarak sangat mirip dengan gejala citrosis mata.

Penyebab

Katarak berkembang karena berbagai sebab, seperti kontak dalam waktu lama dengan cahaya ultra violet, radiasi, efek sekunder dari penyakit seperti diabetes dan hipertensi, usia lanjut, atau trauma(dapat terjadi lebih awal), mereka biasanya akibat denaturasi dari lensa protein. faktor-faktor genetik sering menjadi penyebab katarak kongenital dan sejarah keluarga yang positif juga mungkin berperan dalam predisposisi seseorang untuk katarak pada usia lebih dini, fenomena “antisipasi” dalam katarak pra-senilis.

Katarak juga dapat diakibatkan oleh cedera pada mata atau trauma fisik. Sebuah studi menunjukan katarak berkembang diantara pilot-pilot pesawat komersial tiga kali lebih besar dari pada orang-orang dengan pekerjaan selain pilot. Hal ini diduga disebabkan oleh radiasi berlebihan yang berasal dari luar angkasa. Katarak juga biasanya sering terjadi pada orang yang terkena radiasi inframerah, seperti para tukang (meniup)kaca yang menderita “sindrom Pengelupasan”. Eksposur terhadap radiasi gelombang mikro juga dapat menyebabkan katarak. Kondisi atopik atau alergi yang juga dikenal untuk mempercepat perkembangan katarak, terutama pada anak-anak.

Katarak dapat terjadi hanya sebagian atau penuh seluruhnya, stasioner atau progresif, keras atau lembut.

Beberapa obat dapat menginduksi perkembangan katarak, seperti kortikosteron dan Seroquel

sumber : http//id.wikipedia.org

Puasa Kurangi Risiko Terkena Penyakit Jantung

 

JAKARTA—Puasa didefinisikan sebagai tindakan menahan makan, minum, dan nafsu dari waktu imsak hingga terbenamnya matahari dengan niat ibadah kepada Allah SWT.Puasa tidak akan membuat seseorang sakit atau bahkan dapat menyebabkan kurang gizi akibat tidak makan dan minum. Puasa memang mengurangi asupan zat gizi, terutama kalori, dan radikal bebas. Namun dari aspek kesehatan, puasa memberikan faedah bagi kesehatan.

Manfaat kesehatan puasa, menurut Dr Zubairi Djurban diantaranya dapat mengurangi resiko terserang penyakit jantung dan stroke. Puasa juga dapat mengurangi radikal bebas, mengurangi kadar kolesterol dalam darah, dan lemak trigliserol. Kadar kolesterol darah yang tinggi secara jangka panjang dapat menyebabkan penyumbatan di saluran pembuluh darah.

Jika terjadi di otak, maka hal itu akan berakibat stroke dan bila terjadi di daerah jantung dapat menyebabkan penyakit jantung. Puasa dapat mengurangi masuknya kalori di dalam tubuh.

Kolesterol yang bersumber dari pangan hewani terdapat di lemak bebas dan trigliserol. Untuk meningkatkan manfaat kesehatan puasa dan mencegah dari penyakit jantung maka disarankan untuk menghindari makanan berlemak dan berkolesterol tinggi, seperti daging merah (daging sapi, kambing, kerbau dan lain-lain).

Perilaku hidup tidak sehat seperti kebiasaan makan makanan berlemak dan merokok dapat memudahkan seseorang terkena penyakit jantung. Konsumsi ikan, buah dan sayur dalam jumlah yang banyak dapat bermanfaat mencegah kita terserang penyakit degeneratif seperti stroke dan penyakit jantung. Sayur dan buah secara tidak langsung akan menyuplai energi secara perlahan.

Puasa juga dapat mengurangi dan membatasi konsumsi kalori. Bagi kesehatan, puasa akan mengurangi produksi senyawa oksigen yang bersifat racun (radikal bebas oksigen). Penumpukan radikal bebas dapat mempermudah kerusakan sel termasuk sel otot jantung.

Kelebihan radikal bebas oksigen yang bersumber dari karbohidrat dapat menyebabkan penyakit degeneratif, termasuk penyakit jantung dan stroke. Puasa bisa menekan produksi radikal bebas sekitar 90 persen dan meningkatkan antioksidan sekitar 12 persen.

Puasa juga dinilai dapat menormalkan kadar gula darah dan menurunkan suhu tubuh. Muslim yang berpuasa dapat merasakan manfaat puasa bagi kesehatan jika puasa dilaksanakan secara benar sesuai dengan tuntunan.

sumber : http//koran.republika.co.id

CAPD, Terapi Terbaik untuk Penderita Gagal Ginjal

 

JAKARTA, KOMPAS.com – Penyakit ginjal kronik biasanya tidak menimbulkan gejala awal yang jelas sehingga seringkali terlambat penanganan dengan tepat. “Penyebab utama yang paling bayak adalah diabetes, tekanan darah, serta pemakaian obat-obatan yang tidak jelas,” ungkap Direktur Ketua RS PGI Cikini, Dr. Tunggul Situmorang saat diskusi dengan anggota Sahabat Ginjal Kalbe di Jakarta, Sabtu (11/7).-

Dr. Tunggul mengatakan, ada lima tahap seseorang hingga gagal ginjal mulai dari gangguan fungsi ginjal diatas 90 persen, ringan 60-89 persen, sedang 30-59 persen, berat 15-29 persen. “Gangguan berat sudah mulai cuci darah. Terakhir, gagal ginjal dibawah 15 persen fungsi ginjal,” paparnya.

Terapi bagi gagal ginjal, katanya, dapat berupa dialisis (cuci darah) atau dengan transpalansi ginjal. Terapi dialisis dapat dilakukan dengan dua cara yaitu hemodialisis (HD) atau cuci darah melalui mesin dan Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD) atau cuci darah melalui perut.

Untuk terapi HD, kata Dr. Tunggul, darah dikeluarkan dari tubuh dan masuk ke “ginjal buatan” (mesin) kemudian dibersihkan dengan cairan pembersih (dialisat).

Sedangkan pada terapi CAPD, lanjutnya, darah tidak dikeluarkan dari tubuh, tetapi dialisat yang dimasukkan ke dalam rongga perut melalui selang Tenckoff yang terpasang di dalam perut dengan cara operasi. “Setelah dimasukkan, cairan dibiarkan selama 4-6 jam kemudian dikeluarkan. Demikian secara terus menerus empat kali sehari,” ungkapnya.

Dr. Tunggul menambahkan, lebih dari 120 ribu pasien di seluruh dunia menggunakan metode CAPD yang dari segi medik mempunyai beberapa keunggulan dibandingkan dengan terapi HD.

Keunggulan tersebut adalah fungsi ginjal yang masih tersisa dapat dipertahankan lebih lama. Selain itu, hanya sedikit pembatas diet serta kadar hemoglobin dan tekanan darah lebih terkontrol. “Dialisis dilakukan sepanjang hari sehingga tubuh terasa lebih sehat serta dapat dilakukan sendiri di rumah,” paparnya.

Marketing Manager Kalbe Farma Dr. Erlan mengatakan, biaya untuk operasi pemasangan Tenckoff sekitar Rp 2,5 juta dan untuk cairan dialisat sekitar Rp 6,3 juta untuk satu bulan. “Jumlah pengguna terapi CAPD di Indonesia sekitar 800 orang. Masih bayak penderita gagal ginjal yang belum mengetahui kelebihan CAPD,” katanya.

sumber : http//kesehatan.kompas.com

Kasus Gagal Ginjal Di Indonesia Tinggi

 

SUKABUMI — Kasus gagal ginjal di Indonesia setiap tahunnya masih terbilang tinggi, pasalnya masih banyak masyarakat Indonesia tidak menjaga pola makannya dan kesehatan tubuhnya.

“Meski belum dilakukan survei secara nasional, tetapi berdasarkan perbandingan data dengan negara lain kasus gagal ginjal di Indonesia tinggi. Di negara Amerika Serikat saja perbandingannya untuk klasifikasi orang dewasa dari sebanyak sepuluh orang satu diantaranya terkena gagal ginjal,” kata Konsultan Ginjal dan Hipertensi, Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, (Unair) Surabaya dan RSU Dr Sutomo, Dr Djoko Santoso Sp PD-KGH, PhD pada Seminar Kesehatan di Kota Sukabumi.

Menurut dia, kondisi di Indonesia akan lebih banyak, apalagi banyak orang Indonesia yang tidak bisa menjaga pola makan dan menjaga kesehatannya.

Ia mengatakan, tingginya kasus gagal ginjal berpotensi pada tingginya kasus kematian, pasalnya dalam satu tahun cuci darah saja hanya terdapat 70 pasien yang masih bertahan dari total seratus penderita yang berobat ke satu dokter.

“Penyebab kematian biasanya karena gagal ginjalnya tidak dapat ditanggulangi dan ditambah dengan serangan jantung, stroke dan sesak napas,” jelas Djoko.

Djoko menyebutkan, penanganan terhadap pasien gagal ginjal saat ini terkendala dengan tingginya biaya pengobatan, karena biaya pengobtan bagi penderita gagal ginjal mencapai Rp3 juta/bulan. Ini menjadi dilema tersendiri bagi petugas kesehatan dan pemerintah dan keluarga pasien untuk membantu biaya pengobatan,” ujarnya.

Selain itu, masih sedikitnya ahli penyakit gagal ginjal menjadi tantangan dalam menangani pasien gagal ginjal di Indonesia, karena saat ini dokter spesialis ahli gagal ginjal baru mencapai di bawah 80 orang.

“Ironisnya, kebanyakan dokter tersebut hanya tersebar di kota-kota besar saja yang terdapat Fakultas Kedokterannya. Jika tidak ada FK nya, maka tidak ada ahli gagal ginjalnya sehingga harus dirujuk ke rumah sakit daerah lain,” papar Djoko seraya mengatakan kebanyakan penderita gagal ginjal berasal dari golongan ekonomi lemah.

Ia menambahkan untuk mengantisipasi meningkatnya penderita gagal ginjal perlu adanya sosialisasi pencegahan gagal ginjal, karena ini merupakan pilihan terbaik dibandingkan harus mengeluarkan biaya yang rekatif besar untuk mengobati penyakit gagal ginjal.

“Sosialisasi ini tidak hanya dari tim medis saja, tapi pemerintah juga ikut berperan dalam menanggulangi penyakit gagal ginjal,” katanya.

sumber : http//koran.republika.co.id

Donor organ hidup diharamkan, penderita gagal ginjal terancam

 

Jakarta–Keputusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengharamkan donor organ dari pendonor yang masih hidup bisa mengancam kelangsungan hidup penderita gagal ginjal yang kebanyakan mendapat donor dari manusia hidup.

MUI dalam jumpa pers Selasa malam (27/7) hanya membolehkan pengambilan organ setelah si pendonor dinyatakan meninggal. Penerima donor pun menurut MUI baru bisa dilakukan jika pasien berada dalam keadaan kritis.

Sementara kondisi yang terjadi di dunia medis saat ini kebutuhan akan donor ginjal terus meningkat. Antrean untuk menerima donor ginjal sangat panjang yang saking lamanya menunggu donor ginjal banyak pasien yang tidak terselamatkan.

Akhirnya keluarga pasien atau pendonor ginjal saat ini banyak dari pendonor yang masih hidup yang bersedia memberikan donor ginjal dengan berbagai alasan.

Seperti diketahui, manusia memiliki dua buah ginjal sehingga jika hanya satu ginjal yang didonorkan, maka ia masih memiliki satu ginjal yang masih bisa bekerja.

Ilmuwan juga sudah membuktikan donor organ ginjal dari orang yang masih hidup dan sehat tidak memberikan efek yang signifikan dalam mempercepat kematian si pedonor ginjal atau hati. Asalkan pedonor tersebut memperhatikan kesehatannya dan menjalani pola hidup sehat.

“Saya tidak setuju jika semua donor organ dari manusia hidup diharamkan, karena tujuan dari donor organ ini adalah untuk menolong orang lain,” ujar dr Kartono Mohammad, saat dihubungi, Rabu (28/7).

dr Kartono bercerita dulu saat Kyai Ali Yafie menjabat sebagai ketua MUI, beliau setuju dengan donor organ dari manusia hidup dengan beberapa catatan.

Tapi lanjut dr Kartono, kalau memang sekarang diharamkan, maka penderita gagal ginjal yang miskin akan terancam meninggal, sementara penderita gagal ginjal yang kaya bisa melakukan transplantasi ginjal di luar negeri.

“Jadi bagi orang yang memang memerlukan transplantasi organ baik karena gagal ginjal atau gagal hati, terpaksa harus dilakukan di luar negeri karena disini tidak bisa,” ungkap dokter yang pernah menjabat sebagai ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

dr Kartono menilai donor organ yang legal sebenarnya bisa saja dilakukan untuk tujuan kemanusiaan. Namun dia mengaku tidak dalam kapasitas untuk setuju keputusan MUI tersebut.

“Apakah perlu dilakukan kajian lagi atau tidak, saya tidak mau komentar karena saya hanya bisa bicara dari sisi kemanusiaan,” katanya.

sumber : http//solopos.com

Delapan penyebab sakit gigi dan mulut

 

Jakarta–Kebanyakan orang tidak sadar bahwa masalah kesehatan gigi dan mulut sangat berkaitan erat dengan masalah organ tubuh lainnya. Ada delapan penyebab utama yang menjadi masalah pada kesehatan gigi dan mulut.

Di Indonesia, permasalahan gigi dan mulut merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang mengkhawatirkan. Permasalahan ini menduduki urutan pertama dari daftar 10 besar penyakit yang paling dikeluhkan oleh masyarakat Indonesia.

“Berdasarkan prosedur pemeriksaan gigi dan mulut memang ada delapan permasalahan yang kerap ditemukan oleh para dokter gigi di Indonesia terhadap pasiennya,” ujar Prof DR drg Melanie S. Djamil, Mbiomed, dosen Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti, dalam acara temu media 8 Aksi Perlindungan Gigi dan Mulut di Penang Bistro, Jakarta, Selasa (31/8).

Berikut delapan penyebab utama masalah gigi dan mulut:

1. Gigi berlubang
Hal ini disebabkan adanya plak yang menjadi tempat kembang biak bakteri. Bakteri akan menghasilkan asam, hasil dari fermentasinya dengan karbohidrat dan merusak email gigi serta menyebabkan gigi berlubang.

Untuk mengatasinya, gosok gigi secara teratur dua kali sehari selama dua menit dan hindari makanan yang mengandung gula diantara jam makan.

2. Noda pada gigi
Disebabkan oleh seringnya mengonsumsi makanan dan minuman yang berwarna seperti teh, kopi dan lainnya.

Untuk mengatasinya, selalu berkumur air putih setelah mengonsumsi teh atau kopi.

3. Email gigi lemah
Kekurangan mineral seperti kalsium dan flouride dapat menyebabkan email gigi lemah. Selain itu, banyak mengonsumsi makanan dan minuman dengan kadar manis dan asam tinggi seperti soda, kunyit, asam jawa, cuka dan lainnya, dapat mengikis lapisan email gigi.

Untuk mengatasinya, hindari makanan yang mengandung asam dan langsung membersihkan gigi setelah mengonsumsi makanan yang mengandung asam.

4. Napas tidak segar
Tidak ada yang lebih buruk dibandingkan napas tidak segar di pagi hari, yang disebabkan oleh sisa makanan yang membusuk di sela-sela gigi dan jutaan bakteri yang tumbuh di dalam mulut. Namun, bau mulut atau halitosis juga bisa disebabkan oleh adanya penyakit rongga mulut.

Kebersihan dan kesegaran mulut harus dijaga dengan menggosok gigi dua kali sehari serta membersihkan lidah.

5. Pembengkakan gusi
Bakteri yang terkumpul disela-sela gusi dan gigi dapat mengiritasi gusi sehingga gusi infeksi dan meradang. Apabila tidak segera diobati dapat mengakibatkan gigi tanggal dan juga dapat berujung ke penyakit jantung, paru-paru dan diabetes.

Hindari penggosokan gigi yang terlalu kencang, yang dapat membuat gusi terluka atau sela-sela gusi dan gigi terbuka, sehingga makanan tidak akan masuk dan membuat gusi meradang.

6. Penumpukan plak
Plak adalah semacam lapisan tipis pada permukaan gigi yang ditumbuhi oleh bakteri, terbentuk air liur dan protein. Bila dibiarkan, plak akan menyebabkan lubang pada gigi dan juga dapat menyebabkan radang gusi.

Selalu sikat gigi setelah makan sehingga tidak ada kesempatan untuk bakteri berkembang biak dan mengakibatkan plak.

7. Penumpukan tartar
Tartar merupakan lapisan keras berwarna kuning pucat yang terbentuk dari penumpukan plak secara berkepanjangan. Tartar mengotori gusi dan menjadi tempat berkembangnya bakteri.

Sekali terbentuk, tartar tidak bisa dihilangkan dengan sikat gigi. Namun, pertumbuhannya dapat diperlambat dengan menggunakan pasta gigi berformula anti tartar.

8. Permasalahan bakteri
Hal-hal yang memicu pertumbuhan bakteri secara pesat adalah karena kurangnya perawatan pada gigi dan mulut untuk menjaga kebersihan.

Menggosok gigi dengan teratur adalah kunci utama untuk mencegah permasalahan bakteri.

sumber : http//solopos.com