CAPD, Terapi Terbaik untuk Penderita Gagal Ginjal

 

JAKARTA, KOMPAS.com – Penyakit ginjal kronik biasanya tidak menimbulkan gejala awal yang jelas sehingga seringkali terlambat penanganan dengan tepat. “Penyebab utama yang paling bayak adalah diabetes, tekanan darah, serta pemakaian obat-obatan yang tidak jelas,” ungkap Direktur Ketua RS PGI Cikini, Dr. Tunggul Situmorang saat diskusi dengan anggota Sahabat Ginjal Kalbe di Jakarta, Sabtu (11/7).-

Dr. Tunggul mengatakan, ada lima tahap seseorang hingga gagal ginjal mulai dari gangguan fungsi ginjal diatas 90 persen, ringan 60-89 persen, sedang 30-59 persen, berat 15-29 persen. “Gangguan berat sudah mulai cuci darah. Terakhir, gagal ginjal dibawah 15 persen fungsi ginjal,” paparnya.

Terapi bagi gagal ginjal, katanya, dapat berupa dialisis (cuci darah) atau dengan transpalansi ginjal. Terapi dialisis dapat dilakukan dengan dua cara yaitu hemodialisis (HD) atau cuci darah melalui mesin dan Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD) atau cuci darah melalui perut.

Untuk terapi HD, kata Dr. Tunggul, darah dikeluarkan dari tubuh dan masuk ke “ginjal buatan” (mesin) kemudian dibersihkan dengan cairan pembersih (dialisat).

Sedangkan pada terapi CAPD, lanjutnya, darah tidak dikeluarkan dari tubuh, tetapi dialisat yang dimasukkan ke dalam rongga perut melalui selang Tenckoff yang terpasang di dalam perut dengan cara operasi. “Setelah dimasukkan, cairan dibiarkan selama 4-6 jam kemudian dikeluarkan. Demikian secara terus menerus empat kali sehari,” ungkapnya.

Dr. Tunggul menambahkan, lebih dari 120 ribu pasien di seluruh dunia menggunakan metode CAPD yang dari segi medik mempunyai beberapa keunggulan dibandingkan dengan terapi HD.

Keunggulan tersebut adalah fungsi ginjal yang masih tersisa dapat dipertahankan lebih lama. Selain itu, hanya sedikit pembatas diet serta kadar hemoglobin dan tekanan darah lebih terkontrol. “Dialisis dilakukan sepanjang hari sehingga tubuh terasa lebih sehat serta dapat dilakukan sendiri di rumah,” paparnya.

Marketing Manager Kalbe Farma Dr. Erlan mengatakan, biaya untuk operasi pemasangan Tenckoff sekitar Rp 2,5 juta dan untuk cairan dialisat sekitar Rp 6,3 juta untuk satu bulan. “Jumlah pengguna terapi CAPD di Indonesia sekitar 800 orang. Masih bayak penderita gagal ginjal yang belum mengetahui kelebihan CAPD,” katanya.

sumber : http//kesehatan.kompas.com

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s